This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 15 April 2012

statement peloncatan

statement peloncatan dimanfaatkan dalam sebuah perulangan. Dengan statement peloncatan ini kita bisa menghentikan sebuah perulangan, melompati statement tertentu dan juga melanjutkan sebuah perulangan. Ada tiga kata kunci yang digunakan dalam statement peloncatan, yaitu break, continue, goto.
BREAK
Statement break digunakan untuk menghentikan suatu looping/ perulangan. Misal dalam suatu program terdapat looping dengan fungsi for yang mengulang variabel nilai dari 1 samapi 10. Namun kita menginginkan ketika nilai mencapai angka 5 looping tersebut dihentikan, bingung ya?? langsung ke contoh program aja
#include <stdio.h>
void main()
{
int nilai=1;
for(nilai=1;nilai<10;nilai++)
{
printf(“%d”,nilai);
if(nilai==5)
{break;}
}
}
Dalam program di atas kita mengulang nilai dari 1 sampai 9. Jika tanpa statement break maka program akan mencetak nilai 1 sampai 9. Namun dalam program di atas kita menuliskan statement if dimana jika nilai=5 maka akan di eksekusi kata kunci break. Jadi ketika looping sampai pada angka 5 maka looping akan di hentikan oleh kata kunci break. Sehingga program hanya menampilkan nilai dari 1 samapi 5 saja.
CONTINUE
Berikutnya mari kita belajar tentang kata kunci continue. Kata kunci continue digunakan untuk melanjukan statement perulangan. Misal kita membuat sebuah program dengan pasword. Ketika pasword salah maka inputan pasword akan diulang. Namun ketika pasword benar maka akan ke tahap program selanjutnya. Mari kita ke contoh program sekarang biar tambah jelas. Kali ini kita akan menggunakan fungsi perulangan while.
#include <stdio.h>
void main()
{
int pasword=12345;
int pas;
int a=1;
while(a==1)
{
printf(“Masukkan pasword=”);
scanf*(“%d”,&pas);
if(pas==pasword)
{break;}
else
{continue;}
}
printf(“Log in succes”);
}
Dalam program di atas ketika pasword salah maka looping akan di lanjutkan dengan kata kunci continue. Namun ketika pasword benar maka looping akan dihentikan dan akan tercetak karakter “log in succes”
GOTO
Fungsi goto digunakan untuk meloncati suatu statement yang di inginkan. untuk menentukan baris yang akan langsung kita tuju maka kita harus membuat sebuah label dan di ikuti tanda : . Perhatikan contoh
#include <stdio.h>
void main()
{
printf(“number 1″);
goto xx;
printf(“number 2″);
xx:
printf(“number 3″);
}
Dalam program di atas pada awalan kita mencetak number 1. stelah itu sebenarnya ada statement untuk mencetak number 2. Namun setelah mencetak  number 1 terdapat kata kunci yang menunjuk ke label xx. Dan dalam label xx terdapat statement number 3. Jadi dalam program di atas statement mencetak karakter number 2 akan dilewati

Mengenal Fungsi dalam C++


Fungsi, atau dalam beberapa literatur ada yang mengistilahkan subrutin, subprogram maupun prosedur, adalah salah satu teknik pemrograman untuk meningkatkan modularitas program yang akan dibuat. Semakin besar tingkat modularitasnya, maka kecenderungannya adalah program itu akan relatif semakin baik. Mengapa? Karena program yang size-nya besar, banyak baris kode, akan dipecah menjadi modul-modul yang ukurannya lebih kecil. Beberapa keuntungannya adalah dalam hal efisiensi dan kemudahan dalam debugging. Dikatakan efisien karena konsep fungsi akan merangkum bagian tugas-tugas yang sama cukup dengan menuliskan kode program satu kali saja tetapi bisa dipanggil/ dijalankan berulang kali sepanjang program. Di sisi lain, jumlah baris kode program yang semakin sedikit akan memudahkan dalam menelusuri kesalahan yang ditemukan. Penggunaan konsep fungsi juga akan mengakibatkan isi dari void main() akan menjadi semakin ringkas.
Hampir sama dengan konsep fungsi dalam bahasa pemrograman lain, fungsi dalam bahasa C++ juga terdiri dari komponen yang disebut dengan HEADER fungsi dan BADAN fungsi. Header fungsi berisi informasi tentang TIPE NILAI KELUARAN (return value), NAMA FUNGSI, dan PARAMETER/ ARGUMEN FUNGSI. Return value akan berisi informasi tentang tipe data hasil keluaran dari fungsi (misal: void, int, char, float, dsb). Nama fungsi merupakan identifier untuk digunakan sebagai pemanggil fungsi (misal: hitung, proses, dsb). Sedangkan parameter, umumnya digunakan sebagai variabel untuk “jalan” masuknya input ke dalam fungsi (misal: int alas, float jari_jari, dsb). Untuk badan (BODY) fungsi akan berisikan baris-baris kode program yang akan dikerjakan jika fungsi tersebut dijalankan/ dipanggil. Sebagai tambahan, void main() yang biasa kita tulis pada saat membuat program itu juga termasuk dalam keluarga besar fungsi. Yang khusus, fungsi main() adalah fungsi utama, artinya fungsi tersebut HARUS ada setiap kali kita membuat program dalam bahasa C++. Fungsi main() hanya boleh diketikkan satu kali saja di sepanjang source code program yang kita buat.
Kombinasi nilai di bagian RETURN VALUE (RV) dan PARAMETER (P) fungsi, sedikitnya akan menghasilkan 4 bentuk kombinasi, yaitu: 1. RV void, P juga void. 2. RV void, tapi P ada isinya. 3. RV bukan void, tapi P void. 4. RV dan P keduanya bukan void. Apa itu void? Keyword void pada dasarnya akan memberitahukan kepada compiler bahwa pada bagian yang bersangkutan tidak mempunyai nilai/ value yang perlu ditangani secara khusus. Berikut penjelasan detailnya satu persatu.
1. RV dan P void.
Fungsi jenis ini biasanya disebut dengan istilah prosedur dalam bahasa Pascal/ Delphi atau juga dengan istilah subrutin dalam bahasa basic/ VB. Fungsi ini sama sekali mandiri, tidak membutuhkan input dan juga tidak menghasilkan output dari bagian lain program. Murni hanya berisi urut-urutan langkah saja. Ciri fungsi ini adalah jika ia melakukan proses pengolahan data maka komponen perintah input dan menampilkan output pasti akan dituliskan di dalam badan fungsi yang bersangkutan.
2. RV void, P berisi.
Fungsi ini berarti tidak akan menghasilkan keluaran bagi bagian lain program. Namun ia membutuhkan data sebagai input ke dalam fungsi. Dengan demikian fungsi jenis ini mensyaratkan terlebih dulu harus ada bagian lain program yang melakukan input data yang akan dikirimkan ke dalam fungsi sebelum menjalankan/ memanggil fungsi.
3. RV berisi, P void.
Tidak ada data input yang akan dibutuhkan oleh fungsi jenis ini. Tetapi, fungsi justru menghasilkan output. Kok bisa? Berarti bagian input data untuk fungsi ini akan ditulis langsung berada di dalam badan fungsi yang bersangkutan.
4. RV dan P berisi.
Fungsi jenis ini adalah fungsi yang murni. Ia hanya bertugas melakukan pengolahan data. Input diperoleh dari bagian lain program di atasnya. Sedangkan output hasil pengolahannya akan dikirimkan juga ke bagian lain program untuk kemudian ditampilkan secara terpisah. Fungsi ini ibarat fungsi matematis yang biasa kita kenal, seperti f(x,y) = 3x + 4y. Dimana (x,y) adalah parameternya, 3x + 4y adalah badan fungsinya. Sedangkan tanda ‘=’ menunjukkan pengiriman hasil perhitungan dari sebelah kanan ke sebelah kirinya.
Berikut contoh programnya. Selamat mencoba :)
#include “stdio.h”
//bagian deklarasi fungsi
void luas(void);
void kell(int jari);
float vol(void);
int jarak(int V, int t);
void main()
{
int pilihan;
printf(“\n1. Luas”);
printf(“\n2. Keliling”);
printf(“\n3. Volume”);
printf(“\n4. Jarak”);
printf(“\nPilih ? “);
scanf(“%d”, &pilihan);
switch(pilihan) {
case 1: luas(); break;
case 2:
//1. deklarasi variabel2
int jari;
//2. masukkan variabel input
printf(“masukkan jari :”);
scanf(“%d”,&jari);
kell(jari); break;
case 3:
float volume;
volume = vol();
//4. tampilkan hasilnya
printf(“volume = %f\n”,volume);break;
case 4:
int s, v, t;
printf(“masukkan kecepatan : “);
scanf(“%d”,&v);
printf(“masukkan waktu : “);
scanf(“%d”,&t);
s = jarak(v,t);
printf(“jarak = %d\n”, s); break;
default: printf(“salah!”);
}
}
//bagian definisi fungsi
void luas()
{
//deklarasi variabel2
int alas, tinggi;
float luas;
//input alas dan tinggi
printf(“Masukkan Alas : “);
scanf(“%i”, &alas);
printf(“Masukkan Tinggi : “);
scanf(“%i”, &tinggi);
//hitung luas
luas = 0.5 * alas * tinggi;
//output hasil
printf(“Luas = %f\n”, luas);
}
void kell(int jari)
{ float keliling;
//3. hitung variabel outputnya/ keliling
keliling=3.14*jari*jari;
//4. tampilkan hasilnya
printf(“keliling = %f\n”,keliling);
}
float vol()
{
//1. deklarasi variabel2
int panjang,lebar,tinggi;
//2. masukkan variabel input
printf(“masukkan panjang = “);
scanf(“%i”,&panjang);
printf(“masukkan lebar = “);
scanf(“%i”,&lebar);
printf(“masukkan tinggi = “);
scanf(“%i”,&tinggi);
//3. hitung variabel outputnya/ volume
return(panjang*lebar*tinggi);
}
int jarak(int v, int t)
{
return(v*t);
}

Struktur Dasar Program C++


#include <header file>
//Preprocessor Directive
Fungsi lain()
//Prototipe fungsi
Deklarasi variabel global;
//Pendeklarasian variable global
<Tipe data/void> main()
//Fungsi/program utama
{

Deklarasi variabel lokal/statis;
statemen-statemen;
//Pendeklarasian variable lokal/statis....
//Isi fungsi/program Utama




}





<Tipe data/void> Fungsi lain()
//Fungsi lain




{





Deklarasi variabel lokal/statis;
statemen-statemen;
//Pendeklarasian variable lokal/statis....
//Isi fungsi lain




}





Keterangan:
Preprocessor Directives diproses sebelum proses kompilasi program dimulai. Beberapa aksi yang mungkin terjadi adalah inklusi dari file lain pada file yang sedang dikompilasi, yag tediri dari definisi :
  • Symbolic constants and macros
  • Conditional compilation of program code
  • Conditional execution of Preprocessor Directives
Semua Preprocessor Directive diawali dengan tanda “#” dan tidak diakhiri dengan tanda semicolon (”;”). Bebrapa jenis Preprocessor Directive diantaranya :
  • # include Preprocessord Directive
  • # define Preprocessor Directive
  • Conditional Compilation
  • Dan Lain-lain
Deklarasi Variabel Global, pendeklarasian variable/identifier/data secara global, sehingga seluruh bagian program dapat menggunakanya.

Fungsi Utama. Dalam C++ jika fungsi main() tidak memberikan nilai balik, penulisan void di depan main() merupakan keharusan.
Contoh :
void main()

{

getch();

}
Sebaliknya jika fungsi main() mempunyai nilai balik maka di depan fungsi main() harus dituliskan tipe data dari nilai baliknya.
Contoh :
void main()

{

return 0;

}

Prototipe fungsi & fungsi lain, akan dibahas pada materi fungsi dan prosedur.


Kelebihan dan Kekuragan Bahasa C++
Kelebihan
  1. Merupakan Compiler
  2. Tersedia hampir disemua jenis komputer
  3. Banyak fasilitas untuk memanipulasi operator dan fungsi
  4. Struktur penulisan bahasa yang terstruktur.
  5. Bahasa tingkat tinggi yang mempunyai kemampuan seperti bahasa tingkat rendah (seperti dapat memanipulasi data dalam bentuk bit).
  6. Dibandingkan dengan bahasa tingkat tinggi lainya bahasa C++ mempunyai kecepatan eksekusi yang cepat.
  7. Mendukung bahasa pemrograman berorientasi obyek
  8. Kode yang ditulis menggunakan C++ bersifat reusable
Kekurangan
  1. Karena bahasa ini sangat fleksibel maka bagi pemula bahasa C++ akan sangatmembingungkan. Untuk itu disarankan para pemula tidak terburu-buru dalammempelajari bahasa C++ ini.
  2. Bahasa C++ masih tergantung pada operating-sistemnya. Hal ini yang kemudianmemicu terciptanya bahasa JAVA, bahasa multiplatform.

Sabtu, 14 April 2012

Sekuen Dengan Raptor


contoh sekuen dengan raptor merubah dari meter (m) ke inci dan cm..

semoga bisa ber manfaat

Refleksi Alpro 7

materi minggu ini tentang  array
menjelaskan tentang kisi-kisi UTS
semoga UTS dapat nilai yang bagus.. amiiien

Senin, 09 April 2012

refleksi Alpro 6

 

pada minggu ini membahas tentang fungsi rekursif. Fungsi rekursif yaitu fungsi yang melakukan proses perulangan dengan cara memanggil dirinya sendiri

 cara pemanggilan :
while (d>0)
r =c%d
c =d
d =r
return c

Minggu, 01 April 2012

Refleksi Alpro 5


pada minggu ini kelompok TP  sudah faham tentang materi materi yang telah di berikan. disini kita sudah menyelesaikan beberapa tugas - tugas. dari kelompok kami sendiri dan kami pun bisa lebih paham tentang alpro. minggu ini tak ada presentasi tapi kelompok,